Laman

Rabu, 07 Maret 2012

Mulutmu Harimaumu!!!

     Benar skali kalimat iklan itu "Mulutmu Harimaumu!!!" sontak itu yang kuingat beberapa detik setelah menutup telepon itu. Mungkin sebagai manusia biasa terkadang kita tidak menyadari segala tingkah laku dan tutur kata yang spontan kita lakukan dan keluarkan. Sementara itu, beberapa orang yang benar-benar sensitif selalu tanggap akan kedua hal tersebut dan mengingatnya dengan baik, bahkan segala perkataan kecil yang secara tidak sengaja terlontar saat sedang bercanda. Tragis memang, tragis skali karena hanya sebuah kalimat yang "betul2 tidak sengaja dikeluarkan" dan menjadi bumerang untuk diri sendiri.
     
    Ternyata memang dampaknya sungguh luar biasa cepat dan terpendam cukup begitu lama pada diri seseorang. Bahkan sanggup menciptakan sebuah image yg buruk untuk orang lain. Bagaimanapun semua perkataan yang telah dilontarkan itu tidak akan pernah bisa ditarik kembali atau seolah2 dianggap tak pernah terlontar. Seharsusnya, semestinya, kudu dan teman2nyalah (maksa wajib) patutlah kita sebagai manusia yang kadang tidak sadar dengan perbuatan, selalu bercermin dan berbalik ke belakang untuk segala fenomena yang terjadi diluar kendali yang seharusnya "menurut kita tidak harus terjadi" (sdikit blepotan nihh) xixii..

    Sesuatu yang spontan biasanya memang menyadarkan pentingnya memikirkan setiap kalimat yang harus dikeluarkan. Sebuah kalimat tajam dalam candaan. Tidakkah mereka sadar, kalau apa yang dikatakannya itu betul2 tajam dan menyayat hati?? meski itu melalui candaan.. Sumpah sesak rasanya.. Apalagi itu semua baru diketahui belakangan setelah terjadi sekian lama beberapa tahun. Mungkin  itu sangat biasa untuk orang-orang yang mati rasa, yang selalu menganggap candaan adalah sebuah candaan atau tidak lebih dari sekedar omong kosong untuk bersenang-senang. Beda halnya dengan orang-orang yang semi peka atau sangat peka akan hal-hal kecil demikian, meskipun membalasnya kembali dengan candaan, tapi selalu tetap saja dipikirkan dan selalu ada pertanyaan Kenapa?

     Pentingnya menjaga tutur kata merupakan hal yang sangat mudah untuk diteorikan, sangat jauh dari prakteknya (bukan berarti saya juga bisa mnjaga lisan setiap saat, ini hanya sekedar mengingatkan diri sendiri dan beberapa diantara kalian). 

Perkataan itu... setiap kalimat yang kita ucapkan itu benar-benar seperti harimau untuk diri kita sendiri. 
Perkataan itu... merupakan cermin diri, cerminan sikap dan  keadaan diri kita. Apa yang kita ucapkan itulah diri kita sesungguhnya. Betul demikian?

     Perkataan yang sudah terlanjur keluar, tidak akan pernah bisa ditarik kembali. Seandainya kehidupan seperti komputer, yang hanya dengan menekan Ctrl+Z maka akan kembali ke keadaan sebelumnya, hubungan sosial manusia pastilah bisa serupa dengan yang diinginkan. Sayang, semuanya sudah diatur oleh sang pemilikNYA, karena kita hidup di dunia ini memang harus selalu dalam keseimbangan.

    Jagalah setiap lisan, sebelum itu berbalik menyerang bagaikan harimau yang buas!!!!

Pilihan tetap di tangan anda.. ^^

Sabtu, 03 Maret 2012

Contoh Interaksi Farmakokinetik Pada Distribusi

          Lagi-lagi saya bikin postingan sesuai dengan tugas kampus yang lagi sibuk-sibuk saya kerjakan... (xixixixi) Kali ini tentang interaksi obat, tepatnya interaksi farmakokinetik pada distribusi. Berikut contohnya... Smoga bermanfaat ^^
 

INTERAKSI ANTARA WARFARIN DAN ASAM MEFENAMAT
Setelah mengonsumsi asam mefenamat 500 mg empat kali sehari selama seminggu artinya konsentrasi protrombin dari 12 subyek sehat stabil pada warfarin turun sekitar 3,5%. Hematuria mikroskopis terlihat pada  3 dari mereka, tetapi perdarahan tidak jelas. Konsentrasi protrombinnya 15 sampai 25% dari normal, baik diterima dalam range antikoagulan. (1)
Mekanisme
           
Asam mefenamat dapat menggantikan warfarin dari ikatan protein plasma dan secara in vitro telah menunjukkan bahwa konsentrasi terapeutik (setara dengan 4 g sehari) dapat meningkatkan pelepasan ikatan dan konsentrasi warfarin aktif dengan 140-340%, tapi mekanisme interaksi ini sendiri hanya akan memiliki efek sementara. (1)
Asam mefenamat (ikatan proteinnya sangat kuat) sehingga menggeser warfarin (ikatan proteinnya kurang kuat dibandingkan dengan asam mefenamat) dari ikatan plasma sehingga dapat meningkatkan toksisitas warfarin, sehingga bisa terjadi perdarahan. (2)

INTERAKSI ANTARA FENITOIN DAN VALPROAT
Valproat mengikat protein dengan kuat sehingga menggeser fenitoin yang memiliki ikatan protein yang kurang dibandingkan dengan valproat, sehingga toksisitas fenitoin meningkat. (2)
Penggunaan bersamaan fenitoin dan valproate merupakan hal yang  umum dan biasanya lancar. Awalnya jumlah serum kadar fenitoin dapat jatuh, tapi ini diimbangi oleh kenaikan tingkat bebas (dan aktif) fenitoin, yang mungkin sangat jarang menyebabkan beberapa keracunan. Setelah terus menerus menggunakan fenitoin tingkat serum total meningkat sekali lagi, dan ada mungkin dipertahankan peningkatan tingkat fenitoin bebas. Beberapa bukti yang sangat terbatas untuk menunjukkan bahwa penggunaan bersama mungkin meningkatkan terjadinya hepatotoksisitas valproate. (1)

Bukti Klinis
A.   Konsentrasi Fenitoin
Sejumlah laporan jelas menunjukkan bahwa kadar serum total fenitoin menurun selama penggunaan awal bersamaan dengan valproate, sedangkan konsentrasi bebas fenitoin meningkat. Dalam satu laporan tercatat bahwa dalam waktu 4 sampai 7 hari kadar serum total fenitoin menurun dari 19,4 menjadi 14,6 mg/mL. Sebuah studi melaporkan lebih dari setahun pada 8 pasien yang memakai fenitoin dan valproate menemukan bahwa pada akhir minggu ke-8 kadar serum total fenitoin dari 6 di antaranya telah jatuh hampir sebanyak 50%, tetapi telah kembali ke kadar normalnya semua , kecuali satu pasien di tahun terakhir. Hasil yang sama ditemukan pada studi di lain. Namun, pada penelitian lebih lanjut, beberapa pasien mengalami peningkatan yang berkelanjutan dalam fraksi bebas fenitoin. Analisis regresi lain menunjukkan bahwa valproate meningkatkan  fraksi bebas fenitoin. Pasien sesekali mungkin memiliki gejala toksisitas fenitoin dan dosis mungkin perlu diturunkan. Keadaan mengigau dan frekuensi kejang meningkat terlihat pada satu pasien yang menggunakan valproat dan fenitoin. (1)
B.   Kadar Valproat
Kadar valproat diturunkan dengan adanya fenitoin. Kadar valproat meningkat sebesar 30 sampai 200% ketika fenitoin dihentikan pada 12
pasien yang memakai kedua obat
tersebut, dengan mengikuti penurunan dosis pada 6 pasien. Pada pasien ini, tidak ada perubahan pengendalian kejang ketika fenitoin dihentikan. (1)
C.   Hepatotoksisitas
Studi epidemiologis menunjukkan bahwa risiko hepatotoksisitas fatal  lebih tinggi bila valproat diberikan sebagai politerapi dengan  penginduksi enzim seperti fenitoin daripada saat diberikan sebagai monoterapi, terutama pada bayi. Terutama enzim hati ditingkatkan dengan penggunaan bersama valproat, fenobarbital dan fenitoin. (1)
Mekanisme
Permulaan tampak jatuhnya secara total kadar serum total fenitoin, untuk hasil dari perpindahan fenitoin dari tempat pengikatan protein dengan valproat, sejauh yang tunduk pada variasi diurnal pada kadar valproat. Ini memungkinkan lebih dari obat yang tidak terikat untuk  dapat dimetabolisme oleh hati dan kadar total fenitoin menurun. Setelah beberapa minggu metabolisme fenitoin yang dihambat oleh valproate dan kadar fenitoin meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan berkelanjutan kadar fenitoin bebas (aktif). Fenitoin menurunkan kadar valproat, karena fenitoin merupakan penginduksi enzimnya, yang mungkin juga meningkatkan pembentukan kecil tapi metabolit hepatotoksik dari valproat (2-propil-4-pentenoic acid atau 4-ena-VPA). (1)

Pentingnya dan manajemen
Penggunaan obat secara bersama merupakan hal umum dan biasanya menguntungkan, itu efek samping dari interaksi antara obat-obatan biasanya yang penting praktis hanya sedikit. Namun, hasilnya harus masih dipantau. Beberapa pasien mungkin mengalami toksisitas ringan jika diawali dengan valproat, tetapi kebanyakan pasien menggunakan fenitoin tidak perlu dosis yang berubah. Selama beberapa minggu pertama jumlah kadar fenitoin serum dapat jatuh
sebesar 20 sampai 50%, tetapi biasanya tidak ada peningkatan dosis diperlukan,
karena diimbangi oleh peningkatan tingkat bebas (aktif) tingkat fenitoin. Pada periode berikutnya, kadar fenitoin total dapat meningkat kembali. Hal ini mungkin mengakibatkan kenaikan berkelanjutan pada kadar fenitoin bebas. Ketika memantau penggunaan bersama merupakan  hal yang penting untuk dipahami sepenuhnya
implikasi perubahan 'total' dan 'bebas' atau 'tidak terikat' konsentrasi serum fenitoin. Dimana pemantauan
konsentrasi fenitoin bebas tidak tersedia, berbagai nomogram telah dirancang untuk memprediksi konsentrasi fenitoin terikat selama penggunaan valproate. Perlu diingat bukti bahwa kejadian toksisitas hati yang diinduksi valproate mungkin
meningkat, terutama pada bayi.
(1)

DAFTAR ISI

1.    Baxter, K. Stockley’s Drug Interactions. Eight Edition. Pharmaceutical Press. London. 2008. pp. 430, 568.

2.    Tanu, I. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1995. pp. 803.

Kamis, 01 Maret 2012

Penggolongan Obat

     Hmm.. sebagai seorang farmasis, hal dasar yang harus dan penting untuk slalu diingat itu salah satunya adalah penggolongan obat. Bukan hanya farmasis loh,, kamu juga harus tau biar bisa kasi info sama teman2mu atau siapapun yang mungkin kalo lagi ketemu obat bingung dengan lingkaran yang slalu ada di kemasan luar n label obat.. :-D Tanpa berlama-lama lagi... check this out!!!!

     Penggolongan obat itu, menurut undang-undang dibagi menjadi 4 golongan, antara lain obat bebas (OTC), obat bebas terbatas (daftar W), obat keras dan obat narkotika & psikotropika.

1. Obat Bebas (OTC)
    Obat daftar F (free) = bebas, meliputi obat-obat bebas yang dapat dibeli tanpa pembatasan di apotik dan toko obat. Jenis-jenis zat aktif yang digunakan relatif aman, sehingga tidak perlu pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai dengan petunjuk pemakaiannya pada brosur. Contohnya seperti parasetamol, obat batuk sirop tym dan althea, obat nyeri tenggorok dequalin, beberapa jenis asma dengan teofilin, obat antiseptik klorheksidin dan praktis semua vitamin. Penandaanya yaitu lingkaran berwarna hijau (TC 425) dengan garis tepi berwarna hitam.

Obat Bebas

2. Obat Bebas Terbatas
     Daftar W, juga disebut Daftar Obat Keras Bebas Terbatas, mengandung obat-obat terhadap jenis-jenis penyakit yang pengobatannya dianggap telah dapat ditetapkan sendiri oleh rakyat banyak dan begitu membahayakan, terlebih pula jika menurut aturan pemakaiannya. W adalah singkatan dari Waarschuwing = peringatan.
     Obat bebas terbatas dapat dibeli tidak hanya di apotik tanpa resep, melainkan juga di toko obat. Penyerahannya oleh toko obat harus dalam bungkusan aslinya untuk mencegah pemalsuan atau penukaran,. W. Penandaannya yaitu dengan lingkaran berwarna biru (TC 293) dengan garis tepi berwarna hitam disertai  suatu tanda peringatan dalam kemasan.Contohnya seperti pain relief,obat batuk, obat pilek, krim, antiseptik, dll.
Obat Bebas Terbatas

P. NO. 1                                                         P. NO. 2
Awas! Obat keras                                           Awas! Obat keras
Bacalah aturan pemakaiannya                          Hanya untuk kumur, jangan ditelan

P NO. 3                                                          P. NO. 4
Awas! Obat keras                                           Awas! Obat keras
Hanya untuk bagian luar dari tubuh                   Hanya untuk dibakar
 
P. NO. 5                                                         P. NO. 6
Awas! Obat keras                                           Awas! Obat keras
Tidak boleh ditelan                                          Obat wasir jangan ditelan

3. Obat Keras
     Daftar G "Gevaarlijik" = berbahaya yaitu mencakup semua obat keras yang hanya dapat dibeli di apotik atas resep dokter, seperti zat antibiotik, hormon kelamin, obat kanker, penyakit gula, malaria, obat gangguan jiwa, obat jantung, obat tekanan darah tinggi (hipertensi), obat anti pembekuan darah, dan semua sediaan injeksi. Penandaannya yaitu lingkaran berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam dan huruf K yang menyentuh tepi.
Obat Keras

     Obat keras ini "menurut hukum" hanya boleh disalurkan oleh apotik, tetapi pada praktek ternyata sering kali dapat dibeli di toko obat. Hal ini disayangkan sekali, karena dengan demikian penggunaannya tidak dapat diawasi lagi dengan tepat, sehingga dapat menimbulkan bahaya pada si pemakai.

4. Obat Narkotik
    Obat narkotik adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi-sintesis yang dapat menyebabkan pemurnian atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Misalnya morfin dan petidin. Obat-obat narkotik merupakan obat golongan O yang ditandai dengan lingkaran yang di dalamnya terdapat palang (+) berwarna merah.
Obat Narkotik
semoga bermanfaat yaa ^^

Selasa, 04 Oktober 2011

Mahasiswa Tingkat Akhir

     "Mahasiswa" status yang paling dinanti-nantikan oleh siswa tingkat akhir sekolah menengah atas.. Of course, aku dulu juga seperti mereka, yang kupikir "jadi mahasiswa itu pasti asik, seru, keren dan bebas, pokoknya gak bakal seformal kyak di skolahan". Faktanya, sebagian besar dari paradigma itu memang benar jika sesuai jalurnya, tapi juga bisa keliru jika terjerumus ke jalur yang salah. Ups... btw, anyway, bushway.. Mahasiswa itu berasal dari kata Maha dan Siswa. Maha artinya besar / tinggi, Siswa berarti pelajar / orang yang mempelajari sesuatu. So, Mahasiswa itu adalah pelajar yang derajatnya lebih tinggi dari pelajar lain. Predikat ini diberikan karena para mahasiswa menimba ilmu di sekolah / perguruan tinggi, seperti yang juga dialami oleh dosen sehingga mereka juga disebut sebagai 'mahaguru'. Selain itu, subjek yang dipelajari di PT juga menduduki tingkat yang lebih tinggi dibanding subjek2 pada sekolah biasa. :D

     Setelah berstatuskan mahasiswa, hal pertama yang terlintas dibenakku adalah "menegangkan". Yup, "menegangkan" segala sesuatunya itu benar-benar asing buatku. Baru akan beradaptasi di dunia kampus, orang-orangnya, pelajarannya, bla... bla.. bla.. itu semua adalah sesuatu yang baru dan sangat berbeda ketika masih berstatus sebagai siswa. Nah.. itu ekspresi singkat mengingat masa-masa "maba" alias mahasiswa baru.. hehe.. Tanpa berbasa-basi lagi, stelah kulalui perjalanan hidup di dunia kampus, banyak skali hal positif yang bisa kudapatkan, mungkin ini akan kita bahas lain kali. :D 

     Yang pastinya menjadi mahasiswa itu sangatlah menanti-nantikan yang namanya dunia kerja, sperti halnya di awal siswa yang pengen banget jadi mahasiswa . Untuk menjadikan hal tersebut menjadi sebuah realita, tidak segampang membalikkan telapa tangan, butuh proses panjang dan harus melalui yang namanya menjadi mahasiswa tingkat akhir. Sessakk dehh ngetiknya *numpang curcol gan*  <--- ngerti maksudnya kan?? secara gak langsung aku mau bilang itulah status kemahasiswaanku saat ini. Bukannya mau nakut2in atau apa, ini hanya sekedar tulisan pelampiasan diriku mahasiswa tingkat akhir. Yahh.. jadi, di kampusku itu, untuk menyelesaikan sarjana itu ada 3 tahap penting yang tiap mahasiswa wajib lalui.
  1. Seminar proposal / Seminar I, dimana tiap mahasiswa wajib mempresentasikan rencana penelitiannya di hadapan dosen2 n teman2 kampus d ruangan seminar setelah mendapatkan tanda ACC judul n rencana penelitian sebelumnya dari pembimbing masing-masing. Di ruangan panas ini biasanya terjadi sesuatu yang bikin jantung dag dig dug, kepala cenat-cenut.. Tentu saja mahasiswa bersangkutan harus belajar.. belajar... belajar dengan baik dan menguasai rencana penelitiannya serta mepertahankan pendapat2nya dari serangan dosen2 d ruangan itu. Setelah itu, akhirnya...  tercabutlah 1 paku dari kepala.. fiuuhh.. lega [part 1] next>>>
  2. Seminar hasil / Seminar II, nahh.. kalo yang ini beda lagi. Seminarnya dilakukan setelah penelitiannya dilakukan sampai selesai, hasilnya dah ketemu, dan udah dapet kesimpulannya. Dengan kata lain skripsinya dah slesai bo'.. Lain seminar 1, lain pula seminar 2, disini selain ada pembimbing, kita juga dah ketemu yang namanya "penguji" yang terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota. Yahh.. suasana di dalam ruangan panas yaa tetap sama = panas. ehh.. paku ke-2 dah tercabut nih.. sdikit lagi plong.. hehe
  3. Ujian Meja / Sidang. Masih juga berhubungan dengan yang namanya skripsi. Smua hal yang akan ditanyakan di dalam ruangan yang isinya cuma mahasiswa bersangkutan serta para penguji *woww* masih berhubungan seputar skripsi dan teman-temannya. Yaa.. teman-temannya itu adalah semuaaa hal-hal penting mulai yang paling dasar dari semua mata kuliah yang pernah dipelajari. Ini yang paling bkin dag dig dug gan.. serasa jantung pengen copot n lompat entah kmana gitu.. Tapi, stelah ini pintu masa depan smakin terang terlihat *bagaikan keluar dari goa yang paling gelap*. Paku terakhir pun tercabut dan siap menuju yudisium dan akhirnya "finish" wisuda :D selamat jadi pengangguran


     Nah... itu tadi perjalanan singkat tulisanku yang paling penting dilalui untuk menanggalkan status mahasiswa di kampusku :) . Dari smua itu, yang paling berkesan adalah jatuh bangun buat nyelesaiin skripsinya, tongkrongin pembimbingnya dari pagi hari sampe nyaris malam hari, kerjain pantulan, urus ini itu dan bla,,, bla,, blaa.. itu smua yang menjadi bumbu penyedap dari akhir yang indah dari seorang mahasiswa. tapi tenang saja pemirsa, ingatlah slalu bahwa TUHAN SLALU BERSAMA MAHASISWA TINGKAT AKHIR. So, tetaplah berusaha disertai doa dan tetap beribadah kepadaNYA. ^^ Sgala hal yang dikerjakan dengan ridho-Nya niscaya itu menjadi mudah buat kita.. 
     .... dan ingat 7 kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa ini ya guys  
  1. Mandiri
  2. Motivasi Diri
  3. Terbuka Untuk Kerjasama
  4. Mampu Belajar Sendiri
  5. Mampu Mengorganisasi
  6. Mampu Menetapkan Sasaran Yang Meningkatkan Prestasi
  7. Memahami Waktu, Cara dan Tempat Yang Cocok Untuk Belajar
Smangaddhh ya guys.. Skian curhatanku di sesi ini.. :D