Laman

Senin, 25 Juni 2012

Final ohh final....

     hhmm... gi nggak ada bahan postingan... tiba-tiba ingat kalo ternyata ujian final sudah berlangsung 4 minggu lamanya. *wow rekor terlama*

    Yeahh,, that' right!!! total final kali ini sbenarnya ada 34. Ada 10 mata kuliah masing-masing punya minimal 3 dosen pengasuh.. yaa.. mau tak mau harus nurut smuanya lah.. resiko maba.. Syukurnya ada beberapa yang berbaik hati dan sangat mengerti penderitaan kami, akhirnya total cuma 29 saja... hahahaha...

     Final terlama dan terbanyak sepanjang hidupku, kami dan mereka.. sudah 4 minggu ini kami tidak bisa tidur tenang tiap malamnya, karna esok hari slalu saja disambut soal pagi. :D Ada yang bersusah payah begadang sampai tidak tidur, ada yang begadang ala pas-pasan, ada juga yang malah sengaja tidur.. macam-macam... haha

    .... dan sperti biasanya,, di kampus tercinta, fakultasku lah yang slalu tetap penuh dengan mahasiswa-mahasiswinya disaat semua fakultas sudah betul-betul menikmati liburnya di kampung masing-masing atau entah dimana..

     Minggu pertama final saja smua fakultas sudah siap-siap liburan smester, nah.. kami??? tidak perlu dijawab haha... Ya, ini memang ciri khas fakultas berlambang cawan dan ular sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana. Over all, itu lah sebenarnya yang membuat kami slalu rindu masa-masa itu.. Kembali teringat 2007 silam, saat mulai mngenal dunia lab, teman-teman baru.. pagi sampai malam, tiap hari seperti itu.. Saat itu memang kami mengeluh, tapi sekarang, itu moment yang lucu dan penuh kisah :D Pasti yang hari ini terjadi, empat minggu kebelakang ini akan menjadi moment yang lucu saat kami bertemu dengan jas cream kebanggaan kami itu... :-)

     Ujian.. ujian.. ujian... kertas double folio bergaris dengan cap di sudut kanan atasnya memang tiap pagi senin-jumat menyapa kami.. Kursi-kursi berderet rapi slalu terisi sejak sejam sebelum dimulai.. Pengaturan posisi yang katanya penentu segalanya yang buyar seketika ketika pengawas nan rese' memasuki ruangan.. Hahahaa.. apa yang dipikirkan mereka?

    Ekspresi yang beraneka ragam terlihat ketika soal dibagi dan semua mulai menunduk. Ada yang dengan serius mengerjakan, ada yang sesekali menoleh, ada juga berusaha mikir jawaban sambil memutar-mutar pulpen degan jemarinya.. Detik demi detik berlalu, 90 menit terlewati.. Satu per satu beranjak dari bangku masing-masing, dan sebagiannya kelabakan dengan jawaban yang belum terisi semua.. Semua itu pemandangan yang umum terjadi saat ujian berlangsung.. xixixi

     Final terlama sepanjang sejarah perkuliahan kami, mungkin ini yang menjadi penyatu buat kami dipertemuan singkat hanya satu semester sebelum terbagi ke dalam beberapa kelompok PKPA.. 

     Its about our examinations.. It was fun, It was a special moment and We hope that results are the best for us... ^^

Minggu, 10 Juni 2012

Kasus ISPA

Otitis Media 
Seorang wanita mengeluh runny nose dan nasal congestion. Setelah dilakukan pemeriksaan,  pasien mengalami otitis media bakterial. Pada saat diberikan terapi awal amoksisilin, pasien mengalami gejala alergi tipe I. Tindakan yang anda lakukan terhadap pasien ini adalah …
a. Menghentikan pengobatan amoksisilin dan menggantinya dengan azitromisinb. Melanjutkan amoksisilin dengan memberikan juga antihistaminc. Menghentikan amoksisilin dan menggantinya dengan golongan cefpodoksimd. Mengganti amoksisilin & menggantinya dengan klaritromisin serta memberikan antihistamin 
Jawab :
A. Menghentikan pengobatan amoksisilin dan menggantinya dengan azitromisin
Alasan :
     Azitromisin merupakan  obat anti otitis media golongan makrolida yang digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi. Jika dalam pengobatan ini ditemui pasien yang memiliki riwayat alergi dengan antibiotika tertentu maka pemilihan terapinya adalah sebagai berikut :Protokol : Jika pasien tidak alergi golongan Penicillin atau Cephalosporin 
Lini Pertama
  • Amoxicillin 80-90 mg/kg/hari PO dalam dosis terbagi 2 kali sehari selama 10 hari (7 hari jika umur >6 tahun)
  • Jika alergi Penicillin, gunakan Macrolide (contohnya Azithromycin) seperti yang dijelaskan dibawah
Lini kedua (selama 10 hari)
  • Amoxicillin dengan clavulanate (Augmentin) 90 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2 kali sehari selama 10 hari 
  • Cefuroxime (Zinacef, Ceftin) 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2 kali sehari selama 10 hari
  • Cefprozil (Cefzil) 30 mg/kg/ hari dalam dosis terbagi 2 kali sehari selama 10 hari
  • Cefdinir (Omnicef) 14 mg/kg/ hari dalam dosis terbagi 1-2 kali sehari selama 10 hari
  • Cefpodoxime (Vantin) 30 mg/kg sekali sehari selama 10 hari
Lini ketiga
  • Kuatnya anggapan Tympanocentesis pada kultur bakteri
  • Ceftriaxone (Rocephin) 50 mg/kg IM sehari selama 3 hari
  • Clindamycin 30-40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 4 kali sehari selama 10 hari
Protokol: Jika alergi Penicillin dan/atau Cephalosporin •  Anggapan Tympanocentesis • Clindamycin (Cleocin) 30-40 mg/kg/hari (max 1800 mg) dalam dosis terbagi 4 kali sehari selama 10 hari•  Antibiotik golongan Macrolide (Tingkat resistensi bakteri tinggi)   – Erythromycin   – Clarithromycin (Biaxin) 15 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2 kali sehari selama 10 hari   – Azithromycin (Zithromax)• Satu dosis Azithromycin XR (Zmax) 30 mg/kg (hingga 1500 mg) atau• Tiga hari penggunaan Azithromycin 20 mg/kg/hari sekali sehari (hingga 500 mg/hari) atau   – Dosis tinggi ini mendekati efikasi Augmentin dalam suatu penelitian• Azithromycin 10 mg/kg (max: 500 mg) sehari 1, kemudian 5 mg/kg/hari (max 250 mg) selama 5 hari• Fluoroquinolone (hindari penggunaan pada pasien dibawah 16 tahun)  – Gatifloxacin (Tequin)  – Levofloxacin (Levaquin)  – Moxifloxacin (Avelox) 
Kenapa bukan jawaban b, c atau d???
b.  Melanjutkan amoksisilin dengan memberikan juga antihistamin.     
     Penggunaan amoksisilin seharusnya dihentikan karena pasien mengalami alergi yang disebabkan pemberian amoksisilin, sedangkan penggunaan antihistamin perlu diwaspadai akan mengentalkan sekret. 
c. Menghentikan amoksisilin dan menggantinya dengan golongan cefpodoksim.        
      Cefpodoksim merupakan obat anti otitis media golongan line 2 untuk pasien yang tidak memiliki riwayat alergi.

d. Mengganti amoksisilin dan menggantinya dengan klaritromisin serta memberikan antihistamin.       
      Klaritromisin merupakan obat anti otitis media golongan makrolida yang digunakan untuk pasien yang memilki riwayat alergi, sehingga bisa digunakan untuk pengobatan sesuai dengan kondisi pasien, tetapi penggunaan antihistamin tidak dibenarkan karena akan mengentalkan sekret.
  
Sinusitis
Seorang pria sering mengeluh rasa tertekan di wajahnya dan mengalami hidung tersumbat lebih dari 7 hari. Setelah diperiksa, ternyata pasien mengalami gejala sinusitis. Amoksisilin dan sefdinir telah diberikan sebagai pengobatan awal selama 4 minggu, tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan.  Pilihlah 2 obat yang dapat direkomendasikan untuk mengatasi masalah ini …a. Sulfonamidb. Gantifloksasinc. Tetrasiklind. Co-amoksiklav 
Jawab :
 
Pilihan b dan d Gantifloksasin dan Co-amoksiklav 
Kombinasi antara penisilin dan asam klavulanat dapat meningkatkan aktivitas antibiotik, karena asam klavulanat dapat menghambat penisilinase dari Streptococcus dan betalaktamase dari berbagai mikroba gram negatif dengan cara mengikat pusat aktif enzim tersebut. Terapi utama sinusitis adalah pemberian antibiotik. Untuk sinusitis tanpa komplikasi gunakan Amoksisilin atau kotrimoksazol, bila resisten gunakan azitromisin, klaritromisin, sefuroksim, sefiksim, sefaklor, fluorokuinolon, levofloksasin, gantifloksasin. 
Kenapa bukan pilihan a dan c ????
Pilihan a dan c yaitu Sulfonamida dan Tetrasiklin tidak benar. Hal tersebut dikarenakan resistensi sinusitis disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang bisa menghambat enzim betalaktamase. Penggunaan penisilin, amoksisilin ataupun kotrimoksazol bisa menyebabkan terjadinya resistensi terhadap sinusitis bagi penderita yang tidak patuh untuk mengkonsumsi obat antibiotik dengan benar.

Sabtu, 02 Juni 2012

Resize Gambar Massal Ala Mogrify

    Bervutu pake kamera keren,,, bikin space hdd malah berkurang gegara nyimpan foto yang bejibun dan berat... (haha)

    Ingat satu waktu, ada temen yg minta tolong dikirimin 300an lebih foto via email dan sizenya itu besaarrrrrr skalii knapa juga dy ndak copy pke fd ya? kan praktis [huft] *waktu itu*. Untungnya saat itu saya lagi di warkop bareng beberapa temen. Alhasil dibantuin ngecilin sizenya pke mogrify di linux, katanya biar lebih ringan trus sharennya pke salah satu sharing web sja dripada email yang punya batasan kapasitas pengiriman. alhasil dicobalah... dan berhasil.. yeyeyeye...

     Beberapa menit lalu, kejadian itu terulang.. dan bodohnya,,, karena waktu itu saya tidak perhatikan langkah2nya, malah skarang kebingungan... pas searching2 minta bantuan mbah gugel.. akhirnya nemu deh caranya....

     Di linux ataupun windows ada beberapa cara untuk mengecilkan ukuran gambar dengan cara standar, tapi sumpahhh bikin dongkol karena pake acara lama + dikerjainnya one by one.. (lol).... Nahhh... yang skarang ini mau saya share dengan teman-teman smuanya, cara resize gambar massal ala2 mogrify di Linux..
  • Nyalakan linuxnya... trus buka terminal, ketik perintahnya :
apt get install install imagemagick <enter>
  • Setelah terinstall masuk ke folder berisi file-file gambar yang akan dikecilkan
misalnya : cd /home/pc01/100SSCAM <enter>
  • Truss,, untuk mengecilkan foto-foto tersebut ketik perintah : 
mogrifiy -resize <newres> files name <enter>
contoh : mogrify -resize 640 *.jpg <enter>

artinya,, smua file gambar alias *.jpg diubah ukurannya menjadi 640 MP (mega pixel)
 
Kalo panjang n lebar gambarnya mau yang spesifik, bisa masukkan perintah :  
mogrify -resize 640×480! *.jpg <enter>

     Perlu diketahui perintah di atas langsung merubah ukuran pada file asli, jadi kalo mau  meyimpan file dengan ukuran asli, sebaiknya dibackup terlebih dulu. ^^